Penggunaan cocopeat kelapa atau cocopeat sabut kelapa untuk penanaman sangat dianjurkan karena apa? Selain banyak manfaatnya, menggunakan cocopeat akan mengurangi polusi limbah sabut kelapa.
Cara Membuat Cocopeat Kelapa
Cara membuat cocopeat sabngatlah menjadi mudah. Penggunaan cocopeat dipaksa untuk membuat versi cocopeat kita sendiri.
Cara Membuat Cocopeat Kelapa:
- Siapkan alas atau lantai yang bersih.
- Ambil sabut kelapa satu per satu.
- Gosokkan sabut kelapa ke dalam parutan atau bisa juga di parutan yang digosokkan ke dalam sabut kelapa sehingga bubuknya longgar dan terurai.
- Pisahkan serat kasar yang dicampur dengan bubuk.
Dalam bertani, tidak hanya tanah yang dapat diandalkan sebagai media tanam. Masih ada media tanam lain, cocopeat salah satunya.
Cocopeat termasuk dalam media tanam hidroponik organik, karena terbuat dari bubuk serat kelapa.
Bubuk serat kelapa cukup mudah ditemukan di sekitar rumah, sehingga tidak jarang melihat metode penanaman ini diterapkan di setiap rumah.
Karena Cocopeat adalah bubuk, keberadaannya bisa didapatkan menggunakan cara sabut kelapa digiling halus terlebih dahulu.
Salah satu manfaatnya jika menggunakan Cocopeat sebagai media tanam hidroponik adalah dapat menahan air dan memiliki cukup banyak unsur kimia
Cocopeat memiliki Ph antara 5,0 hingga 6,8 sehingga sangat baik untuk pertumbuhan tanaman apa pun.
Media tanam hidroponik biasanya digunakan dicampur terlebih dahulu dengan bahan lain seperti sekam dengan rasio 50:50 yang tujuannya tidak lain untuk memperbesar aerasi di media tanam.
Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakannya. Entah untuk digunakan dengan tanah, atau berdiri sendiri. Cocopeat juga banyak dipilih sebagai pengganti lahan.
Cocopeat memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Ini juga memiliki pori-pori, yang memfasilitasi pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Kandungan cetakan trichoderma, sejenisenzim darijamur, dapat mengurangi penyakit di tanah. Dengan demikian, cocopeat dapat menjaga tanah tetap longgar dan subur.
Meskipun disebut-sebut sebagai alternatif kualitas media tanam sebagus tanah, tetapi nutrisi di tanah, tidak ada di dalamnya. Oleh karena itu, cocopeat membutuhkan pupuk tambahan sebagai pupuk
Keuntungan dan kekurangan cocopeat

Kelebihan Penggunaan Cocopeat
-
Teksturnya mirip dengan tanah
Bentuk dan tekstur cocopeat menyerupai tanah dan biji-bijiannya yang halus membuat tanaman beradaptasi serta mereka jika ditanam di tanah. Perbedaan antara Cocopeat dan media penanaman tanah hanya dalam kandungan nutrisinya di mana Cocopeat tidak mengandung nutrisi seperti tanah. Oleh karena itu untuk menanam tanaman dengan Cocopeat, tanaman tidakhanyadisiram tetapi juga solusi nutrisi.
-
Keuntungan Cocopeat yang dapat menyerap air dengan baik
Cocopeat adalah media tanam yang memiliki penyerapan air yang tinggi dan dapat menyimpan lebih banyak air daripada ditampung di tanah. Cocopeat dapat menyimpan dan memelihara air 10 kali lebih baik daripada tanah dan ini sangat baik tentu saja untuk tanaman yang tumbuh dengan sistem hidroponik. Karena dapat merawat air dengan baik, akar tanaman tidak mudah kering dan dapat terhidrasi dengan baik.
-
Ramah lingkungan
Karena terbuat dari bahan organik, Cocopeat sangat ramah lingkungan dan dapat terdegradasi di dalam tanah dengan baik jika tidak digunakan. Selain itu Cocopeat juga dapat didaur ulang kembali menjadi media tanam baru tentunya dengan proses tertentu.
-
Lebih tahan hama
Beberapa jenis hama seperti hama yang berasal dari tanah tidak suka berada di Cocopeat dan ini tentu saja dapat melindungi tanaman dengan lebih baik dan menjaga mereka dari serangan hama.
-
Lebih mudah bagi pemula
Menanam tanaman dengan Cocopeat sangat dianjurkan bagi mereka yang baru mulai belajar menanam tanaman hidroponik. Cocopeat mudah digunakan ketika pertama kali menanam karena bentuk dan teksturnya yang seperti tanah.
Kerugian dari Cocopeat
Meskipun memiliki banyak kelebihan, Cocopeat juga memiliki beberapa kelemahan termasuk
-
Tidak steril dari patogen
Meskipun Cocopeat tidak mengandung hama masih sebelum menggunakan Cocopeat harus disterilkan terlebih dahulu dengan mencucinya dan mengeringkannya terlebih dahulu.
-
Kurang cocok untuk akar tanaman yang tidak suka basah
Karema Cocopeat dapat menampung air lebih lama maka media tanam ini tidak boleh digunakan untuk menanam tanaman dengan rooting yang tidak menyukai kondisi basah seperti kubis atau tanaman brokoli.
-
Tidak mengandung nutrisi atau inert
Meskipun bentuk dan teksturnya mirip dengan tanah, ingatlah bahwa Cocopeat tidak mengandung nutrisi apa pun sehingga ketika digunakan sebagai media tanam, perlu untuk menambahkan solusi nutrisi dan suplemen yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Selain Cocopeat, ada juga Cocomesh jaring sabut kelapa yang merupakan produk sabut kelapa.