Skip to content

IRDRE SEARCH

Blog Sharing Informasi

Menu
  • Home
  • Tentang Kami
  • Blog
  • Privacy Policy
  • Kontak Kami
Menu
Mengenal Cocomesh Sabut Kelapa

Cocomesh Untuk Mencegah Longsor Yang Wajib Dilakukan

Posted on November 26, 2020

Longsor merupakan hal yang buruk dampaknya.Maka dari itu kita harus memberikan pencegahan.Saat ini cocomesh untuk mencegah longsor merupakan solusinya.

Longsor

Longsor

Definisi longsor ialah peristiwa geologi yang terjadi diakibatkanoleh pergerakan massa batuan atau tanah dari berbagai jenis.

Penyebab Tanah Longsor

1. Erosi Tanah

Erosi tanah adalah penyebab umum. Biasanya erosi yang mengikis kaki lereng hingga semakin curam yang disebabkan oleh aliran air hujan, sungai, badai, banjir, atau gelombang laut, dan lain sebagainya.

2. Curah Hujan Tinggi

Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab terjadinya longsor susulan. Lereng bebatuan dan tanah juga melemah melalui kejenuhan akibat hujan lebat. Setelah melewati masa kemarau yang cukup lama, yang menyebabkan tanah menjadi kering sehingga menimbulkan retakan dan rongga tanah.

DampakĀ  Negatif Longsor

Dampak negatif lain yang terjadi akibat kegiatan penambangan adalah degradasi lahan yang diawali dengan hilangnya vegetasi akibat kegiatan pembukaan lahan dan penggalian yang berujung pada peningkatan erosi dan longsor yang terus terjadi sedimentasi, penurunan kualitas air, penurunan kuantitas air tanah, biota perairan, dan kesuburan tanah. .

Cocomesh Untuk Mencegah Longsor

Cocomesh Untuk Mencegah Longsor

Pelaksanaan reklamasi tidak harus menunggu sampai semua kegiatan penambangan berakhir, terutama di wilayah pertambangan besar yang terbagi dalam blok-blok tambang.

Salah satu kegiatan reklamasi dan pencegahan daerah rawan longsor adalah penggunaan kelambu atau cocomesh sabut kelapa. Istilah cocomesh berasal dari istilah aslinya dalam bahasa Inggris yaitu cocomesh (dalam tulisan selanjutnya akan digunakan istilah kokomes).

Saat ini kita tahu bahwa sabut kelapa hanya dibuat dari bahan baku, kerajinan tangan dan produk sederhana lainnya dengan pangsa pasar yang sangat kecil. Namun seiring dengan perkembangan kreativitas dan teknologi, kini bermunculan berbagai produk turunan dari sabut kelapa, seperti kasur, bantal, matras (namaret) dan produk unggulan saat ini yaitu kokomes atau kelambu sabut kelapa.

Menurut Arif Nugroho (2010) cocomesh telah menjadi primadona dalam membantu proses reklamasi tambang, pantai, atau hutan. Dapat didaur ulang secara biologis (biodegradable) dan kuat, membantu memfasilitasi pertumbuhan tanaman baru di lahan yang ditutupi kokomes yang ditempatkan di lahan bekas tambang.

Cocomesh memberikan perlindungan, dan dengan sifatnya yang sangat elastis, penggunaannya dalam kegiatan reklamasi lahan bekas penambangan telah terbukti mampu menghijaukan kawasan bekas penambangan, atau hutan gundul. Cocomesh juga digunakan sebagai media untuk mencegah erosi dan longsor.

Selain itu, cocomesh juga dapat digunakan sebagai lapis pertama alas jalan berdiri sebelum aspal, agar aspal atau jalan tidak pecah dan tidak mengalami keretakan. Kedepannya, penggunaan cocomesh dapat ditingkatkan untuk mitigasi atau pengurangan risiko longsor. Daerah yang diketahui rawan longsor dapat ditingkatkan stabilitas lereng melalui penggunaan cocomesh.

Pengolahan Cocomesh

Pengolahan sabut kelapa menjadi cocomesh banyak dilakukan secara mandiri atau oleh produsen. Secara swadaya, umumnya melibatkan puluhan ibu dan pengangguran di desa-desa yang memiliki perkebunan kelapa. Kemampuan berproduksi secara mandiri dan bersaing dengan industri manufaktur dengan kualitas yang hampir sama. Ukuran standar 1 roll coocmesh dapat berupa: 2 x 20 m2, 2 x 25 m2, dll.

Kemampuan produksi ini dapat terus meningkat apabila sabut kelapa dimanfaatkan secara masif untuk kegiatan reklamasi baik di sektor pertambangan maupun di kawasan pembangunan infrastruktur seperti bekas pemotongan lereng untuk pembangunan jalan, permukiman, dan bendungan air.
Beberapa perusahaan pertambangan telah berhasil melakukan reklamasi dan pencegahan longsor dengan penerapan cocomesh, antara lain; Chevron Panas Bumi (Garut), Freeport (Papua), Jalan Akses Martabe (Sumatera Utara), dan Berau Batubara (Kaltim).

Nah itulah ulasan mengenai cocomesh untuk mencegah longsor. Hal ini memang harus segera digalakkan agar bencana longsor tidak kerap terjadi. Dan memberikan peluang untuk para bebisnis bersaing jual cocomesh murah dan berkualitas. Semoga bermanfaat.

 

admin
admin

Recent Posts

  • Cara Merawat Rak Stainless Steel
  • Efisiensi Energi MBG Maksimal
  • Jersey Knit Lembut Ringan untuk Kenyamanan Sehari-hari
  • Rahasia Manfaat Teknologi Informasi Modern bagi Hidup Anda
  • Konveksi Baju Event Profesional untuk Seragam Acara Anda

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • November 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • February 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021
  • August 2021
  • July 2021
  • June 2021
  • May 2021
  • April 2021
  • February 2021
  • January 2021
  • December 2020
  • November 2020
  • October 2020
  • September 2020
  • August 2020
  • July 2020
  • April 2020
  • March 2020
  • February 2020
  • January 2020

Categories

  • Blog
  • Briket
  • Kelapa
  • Keripik Buah
  • Minyak Kelapa
  • Pupuk

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
©2026 IRDRE SEARCH | Design: Newspaperly WordPress Theme