Cara hitung kebutuhan paving block – Bagi Anda yang berencana memasang paving block atau conblock, penting untuk mengetahui cara perhitungan yang tepat agar dapat menghemat anggaran biaya. Artikel ini akan membahas cara menghitung kebutuhan paving block secara mendalam. Biasanya, paving block digunakan untuk menutup permukaan tanah.
Untuk menghemat anggaran, penting bagi Anda yang ingin memasang paving block untuk mengetahui cara menghitung kebutuhan paving block dengan benar dan akurat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dalam perhitungan jumlah paving block yang akan dipasang. Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita mengenal lebih dalam tentang paving block, jenis-jenis paving block, dan lain-lain. Mari simak artikel ini lebih lanjut.
Tips Menghitung Kebutuhan Paving Block

1. Tentukan luas Area ukur panjang dan lebar area, lalu kalikan untuk mendapatkan luas total dalam meter persegi (m²). Jika area tidak berbentuk kotak, bagi menjadi beberapa bagian, hitung luas masing-masing, lalu jumlahkan.
2. Pilih jenis dan pola pemasangan tentukan bentuk, ukuran, dan warna paving block yang sesuai. Tentukan pola pemasangan yang diinginkan karena ini akan mempengaruhi jumlah paving block yang dibutuhkan. Hitung Jumlah Paving Block Gunakan rumus: Jumlah Paving Block = Luas Area ÷ Luas Satu Paving Block.
3. Tambahkan cadangan tambahkan 3-5% dari jumlah paving block untuk mengantisipasi pemotongan dan kerusakan selama pemasangan.
4. Hitung kebutuhan abu batu untuk abu batu sebagai alas dan pengisi nat, hitung dengan mengalikan ketebalan 5 cm (0,05 m) dengan luas area paving block. Misalnya, untuk area 100 m², abu batu yang dibutuhkan adalah 5 m³ (100 m² × 0,05 m).
Jenis dan Kebutuhan Per Meter Persegi
- Paving Block Persegi Panjang: Paving block persegi panjang adalah salah satu jenis paving block yang memiliki bentuk persegi panjang. Jenis ini sangat umum dan banyak digunakan dalam berbagai proyek pembangunan karena bentuknya yang sederhana dan mudah dipasang. Kebutuhan per meter persegi: 21 cm x 10,5 cm = 44 bh/m².
- Paving Block Hexagon Segi Enam: Paving block hexagon, atau segi enam, adalah jenis paving block yang berbentuk heksagonal. Kebutuhan per meter persegi untuk paving block jenis ini adalah 25 buah.
- Paving Block Cacing: Paving block cacing adalah jenis paving block yang memiliki bentuk khas menyerupai huruf “S” atau bentuk cacing. Bentuk ini memungkinkan penguncian yang kuat antara satu paving block dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan permukaan yang aman dan tahan lama. Kebutuhan per meter persegi: 22,5 cm x 11,2 cm = 39 bh/m².
- Paving Block Trihex: Paving block trihex adalah jenis paving block berbentuk segi enam dengan desain unik, menyerupai tiga buah segi enam yang tersusun bersama. Kebutuhan per meter persegi: 19,7 cm x 9,6 cm = 39 bh/m².
- Paving Block Ubin Kecil: Paving block ubin kecil adalah jenis paving block yang memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan jenis paving block lainnya. Kebutuhan per meter persegi: 10,5 cm x 10,5 cm = 88 bh/m².
Biaya Pengeluaran Paving Block

Berikut adalah simulasi perhitungan biaya yang mungkin dikeluarkan untuk pembuatan paving block:
Total biaya bahan baku, termasuk pasir (5 truk), semen (100 sak), pasir abu batu (4 truk), dan bubuk pewarna (15 kg), adalah sekitar Rp11.000.000. Dari produksi ini, dihasilkan sekitar 9.000 paving block. Jika setiap paving block dijual dengan harga Rp2.000, pendapatan yang diperoleh mencapai Rp18.000.000, sehingga keuntungan sebesar Rp7.000.000 diperoleh dari satu kali produksi.
Untuk memulai usaha paving block, modal awal yang diperlukan meliputi mobil pick-up bekas (Rp100.000.000), alat cetak (1 set), alat pengaduk, gerobak dorong (5 unit), sekop (5 unit), ember (10 unit), dan kuas (5 unit). Jika Anda memilih untuk menyewa kendaraan untuk distribusi, modal awal dapat dikurangi menjadi Rp7.720.000. Ditambah biaya bahan baku untuk 9.000 paving block, modal awal minimal yang diperlukan adalah Rp18.720.000.
Biaya operasional bulanan yang diperkirakan meliputi tenaga kerja (Rp3.000.000 per orang), listrik (Rp250.000), air (Rp300.000), dan bensin (Rp500.000). Perlu diingat, biaya sewa lahan untuk operasional usaha paving block bisa berbeda tergantung pada lokasi yang dipilih, yang dapat berpengaruh pada perhitungan biaya total dan keuntungan yang dihasilkan.
Menghitung kebutuhan paving block merupakan langkah penting dalam merencanakan proyek pemasangan. Dengan panduan cara hitung kebutuhan paving block, anda dapat memastikan memiliki cukup material untuk menyelesaikan proyek dengan lancar ya! Bagaimana apakah tertarik untuk menghitung kebutuhan paving block sendiri?
Halo! Saya Alma Bonita biasa dipanggil Alma, seorang siswi dari SMK Telkom Purwokerto dengan jurusan PPLG. Saya
sedang melaksanakan kegiatan PKL di CV Rumah Mesin pada bidang SEO.