Jenis Jenis Gula yang Ada di Nusantara

Bagi orang-orang yang menyukai rasa manis, tentu sudah sangat bersahabat dengan manis-manis yang satu ini. Apalagi kalau bukan gula. Tahukah kalian jika ternyata jenis-jenis gula itu tidak hanya gula pasir dan gula merah?

Gula yang sering kita jumpai ada di sekitar kita, yaitu gula pasir dan gula merah. Akan tetapi, selain dua macam gula tersebut, masih ada jenis-jenis gula lainnya yang ada di Indonesia, lho!

Langsung saja kita bahas jenis-jenis gula yang ada atau diproduksi di Indonesia.

Jenis-Jenis Gula di Indonesia

1. Gula Pasir

Gula pasir merupakan gula yang banyak beredar di pasaran Indonesia. Berasal dari tanaman tebu, gula pasir memiliki ukuran butiran yang kecil, namun sedikit kasar.

Warna dari gula pasir yang dipasarkan di Indonesia ada yang putih terang dan ada juga yang sedikit kecoklatan. Gula pasir merupakan salah satu gula yang memiliki banyak fungsi. Hal ini dikarenakan gula pasir dapat digunakan sebagai pemanis minuman dan penambah rasa pada makanan.

Lalu, Bagaimana Cara Membuat Gula Pasir?
  1. Langkah awal yang harus dilakukan, yaitu melakukan penyadapan air nira dari tebu. Air nira ini yang nantinya akan menjadi bahan baku dalam pembuatan gula pasir.
  2. Langkah selanjutnya setelah mendapatkan air nira, yaitu pemasakan.
  3. Air nira yang sudah disiapkan tadi kemudian dimasak atau direbus dengan jangka waktu kurang lebih selama 5-6 jam sampai dengan warna niranya berubah menjadi cokelat kekuningan.
  4. Proses pemasakannya ini lebih disarankan menggunakan bahan bakar kayu agar hasilnya jauh lebih optimal. Akan tetapi, jika membuatnya dalam skala yang kecil bisa juga hanya menggunakan kompor.
  5. Hal yang perlu diperhatikan, pada saat proses pemasakan, air niranya harus disaring dengan menggunakan kain saring agar dapat membersihkan kotoran-kotoran yang masih menempel pada air nira.
  6. Jika air nira yang dimasak sudah mulai mengental seperti dodol, barulah proses pemasakannya bisa dihentikan dan adonan air niranya bisa diturunkan untuk didinginkan. Kemudian air nira tersebut dipersiapkan untuk proses gerus dan ayak.
  7. Jika adonan nira tadi sudah menjadi dingin dan juga mengeras, selanjutnya adalah proses penggerusan. Proses penggerusan ini pada intinya yaitu membuat adonan air nira menjadi butiran-butiran dan menjadi gula pasir seutuhnya. Caranya yaitu dengan mengaduk-aduk cairan nira sampai terbentuk menyerupai butiran kristal.
  8. Setelah butiran gulanya terbentuk, langkah selanjutnya adalah mengayak gulanya. Hal ini bertujuan agar bisa diperoleh butiran gula yang memiliki ukuran sama. Proses pengayakan bisa dilakukan dengan menggunakan kawat stainless steel dengan ukuran tertentu sesuai yang diinginkan.

Pada proses penyadapan atau pengambilan air tebu dapat dilakukan dengan memanfaatkan mesin peras tebu agar prosesnya lebih mudah. Di samping itu, penggunaan teknologi atau alat bantu akan membuat proses semakin efisien waktu.

Gula pasir biasanya digunakan sebagai pemanis atau pelengkap bumbu dalam suatu masakan. Bahkan makanan yang pedas seperti seblak kerupuk kuah juga menggunakan tambahan gula pasir, lho.

2. Gula Merah

Gula merah sering juga disebut dengan gula jawa. Yang mana gula ini merupakan salah satu jenis pemanis yang bisa dibilang tradisional dan banyak ditemukan di Indonesia.

Gula merah dibuat menggunakan air nira kelapa yang direbus hingga warnanya berubah menjadi kecoklatan. Gula ini memiliki bentuk seperti setengah batok kelapa.  Teksturnya sedikit lebih keras dan padat pada cetakan.

Gula merah sering dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam usaha produksi dodol. Selain itu, gula merah juga dapat disajikan sebagai penawar rasa pahit saat meminum jamu.

Perbedaan Gula Merah dan Gula Aren
  1. Warna gula merah cenderung kemerahan, sedangkan warna gula aren lebih pekat dan gelap.
  2. Tekstur gula aren lebih kental jika dibandingkan dengan gula merah yang cenderung lebih cair.
  3. Gula merah dibuat dari sari atau nira batang pohon kelapa, sedangkan gula aren dibuat dengan memanfaatkan sari atau nira dari pohon aren.
3. Gula Kastor

jenis-jenis-gula

Gula kastor merupakan pemanis yang terbuat dari gula pasir. Tekstur gula kastor ini cukup halus dibandingkan dengan gula lainnya. Gula pasir yang akan dibuat gula kastor akan ditumbuk menjadi lebih halus.

Cara menghaluskannya dengan memasukan gula pasir ke dalam wadah dan ditumbuk menggunakan ulekan. Gula kastor ini pada umumnya digunakan sebagai campuran pembuatan whipped cream.

Menggunakan gula kastor pada pembuatan kue sangat membantu pada proses aerasi. Selain itu, menggunakan gula kastor juga dapat mencegah gula tidak larut atau tercampur sempurna pada adonan yang berakibat permukaan kue menjadi berbintik-bintik putih. Semakin bagus kualitas dari gula kastor, maka butiran gulanya akan semakin seragam dan halus.

4. Gula Batu

Sesuai dengan namanya, gula batu ini berbentuk menyerupai batu kristal yang memiliki warna bening dengan berbagai ukuran. Gula batu dibuat menggunakan larutan air tebu yang direbus bersamaan dengan air.

jenis-jenis-gula

Rasa dari gula batu memang tidak semanis gula pasir, tetapi gula batu memiliki rasa yang lebih legit. Biasanya gula ini digunakan sebagai salah satu campuran untuk minuman.

Mengutip berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nourish by WebMD, bahwa di dalam satu sendok teh (4 gram) gula batu, mengandung beberapa nutrisi seperti:

  • Kalori: 25
  • Lemak : 0 gram
  • Protein: 0 gram
  • Karbohidrat: 6,5 gram
  • Gula : 6,5 gram
  • Serat: 0 gram

Untuk manfaatnya, gula batu memiliki beberapa manfaat, yaitu :

1) Mengobati Pilek dan Batuk

Gula batu dapat digunakan untuk mengatasi pilek dan batuk. Seperti yang sudah diketahui jika batuk, pilek, dan sakit tenggorokan adalah masalah yang umum terjadi, terutama di musim dingin. Gula batu bisa digunakan sebagai ramuan ajaib dengan khasiat penyembuhan yang dapat meredakan kondisi tersebut dengan cepat.

2) Menghentikan Mimisan

Manfaat gula batu yang kedua, yaitu untuk membantu menghentikan perdarahan hidung (mimisan) dengan cepat. Mengutip dari Boldsky, jika terjadi mimisan, konsumsilah potongan gula batu dengan campuran air. Hal itu akan menghentikan pendarahan hidung (mimisan) dengan cepat.

3) Meningkatkan Energi dengan Cepat

Gula batu merupakan salah satu sumber energi instan. Hal ini disebabkan karena gula batu merupakan karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana ini akan mengalami metabolisme yang cepat di dalam tubuh dan menyebabkan lonjakan cepat serta penurunan kadar gula darah.

Hasilnya, gula batu bermanfaat sebagai sumber energi cepat untuk sel, jaringan, dan juga organ tubuh. Gula batu juga bermanfaat untuk menyegarkan suasana hati.

4) Meningkatkan Fungsi Pencernaan

Gula batu merupakan permen yang sehat, begitu kiranya sebutan yang bisa diberikan. Kita bisa mengonsumsi gula batu setelah makan makanan dengan porsi banyak untuk membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Gula batu akan bertindak sebagai makanan penutup yang membuat pencernaan akan segera berfungsi.

5. Brown Sugar

Brown sugar atau gula coklat dibuat menggunakan gula pasir yang dicampur dengan molase. Molase merupakan sari tebu berwarna coklat gelap bertekstur sangat kental.

Brown sugar ini memiliki aroma karamel yang begitu khas dan juga memiliki rasa legit. Gula ini biasanya dimanfaatkan dalam pembuatan cookies, kopi, dan juga teh hangat.

Boba Brown Sugar yang Naik Daun

Semua pasti sudah tahu ya dengan boba brown sugar? Ya benar sekali, minuman dengan boba dan gula merah (brown sugar) serta susu atau kopi ini sudah menjadi minuman yang sedang naik daun di manapun.

Dari namanya saja sudah bisa diketahui jika minuman ini memiliki cita rasa yang manis. Namanya saja brown sugar, rasanya sudah jelas manis.

Lalu bagaimana cara membuatnya dan apa saja bahan-bahannya? Simak cara membuat boba brown sugar ala masterchef berikut ini, ya!

Bahan Boba :

  • 220 gram tepung tapioka
  • 100 gram gula aren
  • 120 mililiter air

Bahan Sirup Brown Sugar :

  • 150 gram gula aren
  • 400 mililiter air
  • 4 lembar daun pandan

Bahan Pelengkap :

  • Susu segar
  • Teh hitam
  • Evaporated milk
  • Es batu
Cara Membuat :
  1. Siapkan gula aren dan air, kemudian masukkan ke dalam wajan.
  2. Nyalakan api dan kemudian panaskan wajan. Aduk dan masak gula arennya hingga larut.
  3. Masukkan tepung tapioka secara perlahan dan sedikit demi sedikit. Aduk hingga membentuk sebuah adonan.
  4. Matikan kompor dan diamkan adonan agar tidak panas dan mudah untuk dibentuk.
  5. Sekarang mulai untuk membuat sirup brown sugar.
  6. Siapkan bahan yang diperlukan (air, gula aren, dan daun pandan).
  7. Uleni adonan boba yang sudah dingin tadi hingga rata.
  8. Bentuk adonan menjadi tipis, kemudian potong dan bulatkan dengan diameter 1cm atau sesuai selera.
  9. Tambahkan tepung tapioka ke dalam adonan boba yang sudah dibulatkan.
  10. Saring atau ayak adonan boba dari sisa tepung tapioka yang ada.
  11. Siapkan panci dan tuangkan air.
  12. Panaskan air di atas kompor.
  13. Masukkan boba ke dalam rebusan air hingga boba terlihat empuk.
  14. Setelah itu, angkat boba dan kemudian masukkan boba ke dalam sirup brown sugar.
  15. Letakkan tempat sirup brown sugar di atas kompor dengan api keci.
  16. Aduk boba agar tidak menempel.
  17. Tunggu boba hingga empuk dan matang.
  18. Jika sudah matang, tunggu boba mendingin.
  19. Siapkan gelas saji.
  20. Masukkan es batu dan juga boba ke dalam gelas tadi.
  21. Tuangkan teh hitam, evaporated milkdan susu segar ke dalam gelas.
  22. Boba brown sugar siap disajikan.
6. Gula Jagung

Gula jagung atau lebih sering disebut dengan nama corn syrup identik dengan rasa manis yang begitu khas. Sebagaimana namanya, gula jagung ini tentu terbuat dari jagung.

Gula jagung dihasilkan dari hasil rebusan pati jagung yang dicampur air dengan tekstur yang kental seperti agar – agar. Jenis gula ini biasanya digunakan sebagai bahan penuambah rasa untuk biskuit, kue, dan dessert.

Benarkah gula jagung aman bagi penderita diabetes?

Gula jagung sebenarnya tidak terlalu terkenal. Akan tetapi, jenis gula ini dimanfaatkan oleh beberapa orang dengan alasan lebih sehat di dalam tubuh.

Dalam sebuah penelitian medis, dilakukan percobaan dengan memberikan larutan gula jagung dan larutangula biasa terhadap tikus. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tikus yang mendapatkan larutan gula jagung lebih cepat mengalami obesitas dibandingkan dengan yang mendapatkan larutan gula biasa.

Sehingga pada akhirnya, dapat diketahui jika mengonsumsi gula jagung dalam jumlah yang besar dapat menekan atau meminimalisir rasa kenyang. Selain itu, juga dapat memicu hati untuk memproduksi trigliserida sehingga dapat menyebabkan terjadinya obesitas.

Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan fruktosa yang tinggi juga dapat memicu terjadinya resistensi insulin yang merupakan awal penyebab terjadinya diabetes.

Sehingga berdasarkan fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa, tidak ada satupun jenis gula yang lebih baik dibandingkan dengan jenis gula yang lainnya. Gula yang memiliki kandungan kalori rendah jika dikonsumsi secara berlebihan tetap akan memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang sudah dipaparkan di atas, bukan berarti jika pengidap diabetes dan juga orang yang obesitas tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali. Akan tetapi, cobalah untuk mengontrol jumlah gula yang dikonsumsi setiap harinya tergantung dengan kebutuhan kalori Anda masing-masing.

Hingga saat ini, belum ada satu penelitian yang berhasil membuktikan jika gula jagung aman bagi pengidap diabetes. Tidak ada satu pun jenis gula yang benar-benar aman bagi pengidap diabetes jika dikonsumsi secara berlebihan. Ini juga berlaku untuk orang-orang yang aman dari diabetes.

7. Gula Jelly

Gula jelly memiliki bentuk seperti permen dan rasa yang manis saat masuk di mulut. Diproduksi menggunakan larutan gula berwarna kuning dan dimasak hingga mengental dan berbentuk seperti jelly. Jenis gula yang satu ini biasanya dimanfaatkan sebagai campuran dalam adonan buttercream.

Selain dimanfaatkan sebagai campuran buttercream, gula jelly  juga dapat digunakan dalam pembuatan permen gula jelly. Berikut ini akan saya berikan resep untuk membuat permen gula jelly.

Resep Permen Gula Jelly

Bahan-Bahan :

  • 1 sachet agar-agar
  • Pewarna makanan (untuk warnanya sesuai keinginan)
  • 1 gelas air
  • Gula halus secukupnya (sebagai taburan)
  • 1 gelas gula jelly

Langkah Pembuatan :

  1. Masukkan air, gula, dan bubuk agar-agar.
  2. Nyalakan kompor kemudian aduk rata. Jangan lupa untuk terus diaduk hingga mendidih. Angkat dari kompor.
  3. Tuang pada cetakan yang sudah disiapkan.
  4. Tunggu hingga agak dingin (sekitar 10 menit).
  5. Taburkan gula halus di atasnya.
  6. Angin-anginkan beberapa saat.
  7. Permen gula jelly siap untuk disantap.
8. Gula Aren

jenis-jenis-gula

Gula aren merupakan gula tradisional yang terbuat dari sari atau nira pohon aren. Rasa dari gula aren lebih manis dan lebih kuat jika dibandingkan dengan gula jawa atau gula merah.

Tekstur gula aren cenderung lebih kental dan memiliki warna coklat gelap atau cenderung hitam. Dengan demikian, gula aren sering digunakan dalam pembuatan bubur sumsum dan juga es dawet.

Belakangan ini, gula aren juga sering digunakan sebagai pemanis pada minuman kopi. Tidak hanya kopi tradisional, tetapi juga kopi kekinian yang disukai anak muda.

Salah satu produk turunan dari gula aren yang cukup banyak dikenal adalah gula semut. Pembuatan  gula semut ini dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pembuat gula semut untuk mempermudah proses pembuatannya.

Manfaat Gula Aren

Gula aren selama ini sudah dikenal sebagai pemanis yang begitu fenomenal. Manfaat gula aren diyakini lebih menyehatkan daripada gula pasir karena mengandung lebih banyak gizi tetapi dengan indeks glikemiks yang lebih rendah.

Kandungan glikemiks yang ada pada gula aren perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat membuat tubuh menjadi ketagihan dan pada akhirnya akan memicu penyakit diabetes.

Akan tetapi, jika gula aren tersebut dikonsumsi dengan porsi yang pas, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan, yaitu :

1) Mengatasi Anemia

Manfaat pertama yang bisa didapatkan adalah mencegah anemia. Gula aren mempunyai kandungan zat besi yang bisa dikatakan tinggi. Seperti yang sudah diketahui jika zat besi dapat bermanfaat bagi penderita anemia.

Selain itu, gula aren juga memiliki kandungan vitamin B1, B2, B6, dan B12. Dengan demikian, gula aren dapat membantu dalam proses peningkatan kadar hemoglobin dalam darah. Serta dapat bermanfaat untuk meregenerasi peredaran aliran darah dalam tubuh.

Konsumsi gula aren secara teratur dan dalam ukuran yang tepat juga disarankan untuk wanita. Hal ini dikarenakan gula aren dapat mencegah anemia dan juga membantu proses penyembuhan sindrom polikistik ovarium (PCOs) pada wanita.

2) Menangkal Radikal Bebas

Gula aren memiliki kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh sebagai penangkal radikal bebas di dalam tubuh. Maka dari itu, dengan mengonsumsi gula aren dapat membantu untuk menangkal radikal bebas.

Radikal bebas adalah salah satu penyebab dari penuaan kulit. Kandungan antioksidan polifenol dalam gula aren juga dapat membantu dalam pencegahan penyakit jantung dan penyakit utama lainnya.

3) Melancarkan Pencernaan

Gula aren memiliki kandungan serat pangan yang disebut dengan inulin. Inulin ini dapat membantu untuk melancarkan sistem pencernaan karena serat inulin dapat mengendalikan bakteri di usus, meningkatkan penyerapan mineral tubuh, dan meningkatkan pencernaan. Dalam hal ini, gula aren dapat dikonsumsi sebagai pemanis pada teh herbal untuk melancarkan pencernaan.

4) Menjaga Kesehatan Tulang

Gula aren memiliki kandungan mineral mangan yang bermanfaat bagi tubuh. Mineral ini bermanfaat bagi kesehatan tulang dan juga dapat mengurangi risiko penyakit osteoporosis.

5) Menyembuhkan Infeksi Saluran Kemih

Manfaat gula aren yang selanjutnya, yaitu dapat dapat meredakan masalah infeksi saluran kemih. Di samping itu juga dapat menyembuhkan rematik, membantu proses penyembuhan gangguan ginjal, dan juga masuk angin. Untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut, Anda hanya perlu menambahkan gula aren ke dalam secangkir susu hangat.

Kandungan anti inflamasi yang ada di dalam campuran minuman tersebut akan membuat saluran kemih menjadi lebih sehat dan juga sekaligus menyembuhkan infeksi yang ada.

Demikian artikel tentang jenis-jenis gula yang ada di Nusantara, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan.