Categories
Uncategorized

Manfaat Cengkeh Untuk Gigi

Manfaat cengkeh untuk gigi – Cengkeh (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry) adalah bumbu kuno yang digunakan dalam industri rokok kretek, makanan, minuman dan farmasi.

Bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan tersebut adalah bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh.

Pemanfaatan cengkeh kemudian berkembang dalam industri kosmetik dan belakangan ini terdapat beberapa temuan yang mungkin merupakan pengembangan dari pemanfaatan cengkeh untuk keperluan lain, diantaranya sebagai obat bius ikan dan pemberantasan hama dan penyakit tanaman.

Banyaknya kegunaan cengkeh disebabkan oleh bunganya, tangkai bunga dan daunnya yang mengandung minyak cengkeh yang memiliki rasa dan aroma khas yang disukai banyak orang, selain minyak yang mempunyai sifat stimulan, anestesi, karminatif, antiemetik, antiseptik dan antispasmodik.

Penggunaan cengkeh dalam industri makanan, minuman dan farmasi relatif konstan. Sedangkan pada industri rokok, rokok kretek cenderung mengalami penurunan.

Di sisi lain, produksi dan harga cengkeh sangat berfluktuasi. Terkadang terjadi kelebihan produksi.

Produksi minyak cengkeh biasanya menggunakan mesin cengkeh agar lebih efisien.

Kemungkinan adanya diversifikasi produk diharapkan mampu mengantisipasi permasalahan diatas, hanya perlu kajian lebih lanjut, baik dari segi dampak lingkungan maupun teknologi ekonomi.

Manfaat Cengkeh untuk Gigi dalam Mengatasi Sakit Gigi

manfaat cengkeh untuk gigi

Pada umumnya, kerusakan gigi dapat disebabkan oleh adanya sisa-sisa makanan yang menempel di sela gigi.

Sisa-sisa makanan yang menempel di sela gigi tersebut lambat laun akan menumpuk dan menimbulkan plak di gigi. Akibatnya, kerusakan gigi bisa terjadi.

Biasanya, gejala awal kerusakan gigi ditandai dengan rasa sakit ketika mengonsumsi makanan manis, dan minuman panas atau dingin.

Beberapa penelitian mengungkapkan, minyak cengkeh mengandung senyawa eugenol yang dapat meringankan gejala sakit gigi.

Selain itu, senyawa eugenol juga bersifat antiinflamasi, sehingga mampu meredakan peradangan terjadi di gigi. Cengkeh juga mengandung sifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

Karena efek inilah, salah satu manfaat cengkeh dipercaya dapat meringankan gejala sakit gigi.

Akan tetapi, hingga saat ini belum cukup bukti medis yang menunjukkan bahwa cengkeh efektif untuk mengatasi sakit gigi, sehingga masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan efektivitas manfaat cengkeh tersebut.

Cengkeh Sebagai Penanganan Sementara

Apabila Anda mengalami sakit gigi, cobalah menggunakan minyak cengkeh sebagai penanganan sementara. Caranya dengan menuangkan minyak cengkeh ke kapas kecil atau cotton bud, lalu oleskan ke gusi dan gigi yang terasa sakit.

Selain menggunakan cengkeh, Anda juga bisa coba beberapa cara lain sebagai perawatan awal sakit gigi, di antaranya:

Berkumur menggunakan air hangat yang dicampur garam.
Selain sikat gigi secara teratur, Anda juga dapat membersihkan gigi menggunakan benang gigi (dental floss).

Hal ini dilakukan agar sisa-sisa makanan yang ada di sela gigi dapat dibersihkan secara menyeluruh.

Minumlah obat penghilang rasa sakit, seperti paracetamol.
Kompres dingin pada gusi yang bengkak, suhu dingin dapat mengurangi nyeri dan pembengkakan.

Obat antiseptik yang mengandung benzocaine dapat dioleskan langsung ke gusi dan gigi. Tetapi, hindari mengoleskannya secara berlebihan.

Hindari juga memberikan obat antiseptik yang mengandung benzocaine pada anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun.

Meskipun setelah menggunakan manfaat cengkeh dan melakukan perawatan di atas, gusi dan gigi tidak lagi terasa sakit, Anda tetap dianjurkan untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi.

Efek Samping Manfaat Cengkeh Untuk Gigi

Bagaimana dengan Efek Samping Manfaat Cengkeh untuk Gigi?
Umumnya, penggunaan cengkeh dalam makanan atau minuman masih dianggap aman.

Begitu pun dengan penggunaan minyak cengkeh dalam mengobati sakit gigi. Namun perlu diketahui, penggunaan minyak cengkeh yang terlalu sering pada gigi justru berisiko merusak gigi dan gusi.

Tidak hanya itu, bila minyak cengkeh tidak sengaja tertelan, Anda dapat mengalami efek samping berupa:

  • Rasa perih di hidung dan tenggorokan karena iritasi.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Kesulitan bernapas.

Meskipun manfaat cengkeh sudah digunakan sejak lama, namun khasiat cengkeh dalam meredakan sakit gigi masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Karena itu, disarankan untuk tetap berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter gigi, jika Anda ingin memakai cengkeh sebagai obat sakit gigi.

 

Categories
Uncategorized

Mengenal Cocomesh Sabut Kelapa Yang Multifungsi

Banyak orang yang belum mengenal cocomesh sabut kelapa. Padahal ini adalah olahan sabut kelapa yang multifungsi. Yuk simak dibawah ini ulasannya.

Cocomesh Sabut Kelapa

Cocomesh Untuk Mencegah Longsor

Cocomesh merupakan jaring sabut kelapa yang sangat baik dalam membantu proses reklamasi tambang, pantai, atau hutan.
Sabut kelapa mempunyai sifat bahan sabut kelapa yang mampu menyimpan air dalam waktu yang lama menyebabkan permukaan tanah yang ditumbuhi bahan tersebut menahan kelembapan.

Hal tersebut mampu mempengaruhi struktur tanah sehingga mudah untuk ditanami dengan penanaman benih atau biji, selain itu cocomesh sebagai pengganti tanah pada saat menanam benih atau bibit tanaman.

Sifatnya biodegradable dan kuat, membantu memfasilitasi pertumbuhan tanaman baru di lahan Cocomesh yang ditempatkan di lahan bekas tambang.

Sudah dibuktikan pemanfaatan cocomesh mampu menghijaukan areal bekas penambangan atau hutan gundul. Banyak perusahaan konsultan penghijauan bekas pertambangan sudah mulai beralih ke bahan alam.

Keunggulan bahan sabut kelapa ini adalah tahan lama, menurut sumber ini dapat bertahan sekitar 4 tahun atau lebih, sehingga bahan tersebut dapat tumbuh selama masa pertumbuhan vegetasi baru.

Penggunaan bahan sabut kelapa sangat cocok untuk lahan yang landai atau berbatu, dilihat dari elastisitas bahan tersebut. Contoh yang sudah diterapkan antara lain areal bekas tambang Freeport.

Proses Pembuatan Cocomesh Sabut Kelapa

Cocomesh Solusi Reklamasi

Bahan :

  • Sabut kelapa tua

Alat – alat :

• Mesin pengurai sabut kelapa

• Mesin pemintalan sabut kelapa

Proses Pembuatan Cocomesh Sabut Kelapa :

  1. Siapkan sabut kelapa yang sudah cukup tua
  2. Giling kulit kelapa menjadi sabut dengan mesin dekomposisi sabut
  3. Keringkan sabut kelapa yang telah digiling hingga kering
  4. Putar sabut menjadi tambang dengan mesin pemintalan sabut
  5. Rajut tali menjadi jaring (cocomesh)
  6. Jaring sabut kelapa / sabut kelapa siap pakai

Kegunaan Sabut Kelapa Cocomesh

Cocomesh memiliki beberapa kegunaan yaitu:

  1. Media penghijauan di lahan bekas tambang
  2. Sangat cocok untuk bekas pertambangan dan reklamasi pantai
  3. Memperkuat material di atas tebing
  4. Bahan untuk mencegah erosi
  5. Memperkuat tanah
  6. Membantu memperkuat rel kereta api
  7. Memperkuat tebing jalan atau jembatan

Peluang Usaha Cocomesh Sabut Kelapa

Mansur Mashuri, pemilik CV Rumah Sabut di Yogyajarta menambahkan, untuk meningkatkan nilai produk, sabut kelapa sebenarnya bisa dijadikan produk yang bermanfaat seperti cocomesh. Apalagi produk ini ramah lingkungan dengan membantu mengurangi limbah sabut kelapa. Sabut kelapa ini awalnya terbuat dari tali yang kemudian dianyam, katanya.

Namun di Indonesia, penggunaan Cocomesh masih belum populer di masyarakat. Sosialisasi manfaatnya kepada masyarakat sangat terbatas. Meskipun cocomesh tidak begitu populer di masyarakat, namun para produsen belum mampu memenuhi semua permintaan yang datang.

Mansur mampu mengirimkan sekitar satu hingga dua kontainer cocomesh ke berbagai proyek pertambangan atau proyek pembangkit listrik. Satu wadah berisi sekitar 5.000 m² cocomesh.

Harganya berkisar Rp. 9.000 per m². Artinya dia bisa meraup omzet sekitar Rp. 45 juta-Rp. 90 juta sebulan.

Klien Mansur antara lain PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak perusahaan PT Bumi Resources Tbk. Pelanggan lainnya adalah proyek pembangkit listrik di Garut, Jawa Barat. “Yang di Garut itu tahan longsor,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan akan buah kelapa, Mansur memberdayakan warga sekitar Gedong Kuning, Yogyakarta. Karena pembuatan cocomesh di tempat itu tergantung pesanan, jumlah produksinya bisa diukur. “Kami memiliki kapasitas produksi hingga 40.000 m² sebulan,” kata Mansur.

Sebenarnya peluang ekspor cocomesh ke luar negeri sangat terbuka lebar. Mansur, misalnya, hampir berhasil mengirim Cocomesh ke Korea Selatan. Namun, karena kalah bersaing dengan produk serupa dari India, pembeli di Korea Selatan batal membeli dari Mansyur.

Di Korea Selatan, cocomesh digunakan untuk alas sepak bola atau lapangan golf sebelum menanam rumput. “Tentu menjadi pekerjaan rumah kita untuk membuat cocomesh yang bisa bersaing dengan produk dari negara lain,” kata Mansur.

Nah itulah beberapa pengenalan mengenai cocomesh sabut kelapa. Kalian juga bisa membuka peluang bisnis cocomesh sabut kelapa. Semoga bermanfaat.

 

 

Categories
Uncategorized

Cocomesh Untuk Mencegah Longsor Yang Wajib Dilakukan

Longsor merupakan hal yang buruk dampaknya.Maka dari itu kita harus memberikan pencegahan.Saat ini cocomesh untuk mencegah longsor merupakan solusinya.

Longsor

Longsor

Definisi longsor ialah peristiwa geologi yang terjadi diakibatkanoleh pergerakan massa batuan atau tanah dari berbagai jenis.

Penyebab Tanah Longsor

1. Erosi Tanah

Erosi tanah adalah penyebab umum. Biasanya erosi yang mengikis kaki lereng hingga semakin curam yang disebabkan oleh aliran air hujan, sungai, badai, banjir, atau gelombang laut, dan lain sebagainya.

2. Curah Hujan Tinggi

Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab terjadinya longsor susulan. Lereng bebatuan dan tanah juga melemah melalui kejenuhan akibat hujan lebat. Setelah melewati masa kemarau yang cukup lama, yang menyebabkan tanah menjadi kering sehingga menimbulkan retakan dan rongga tanah.

Dampak  Negatif Longsor

Dampak negatif lain yang terjadi akibat kegiatan penambangan adalah degradasi lahan yang diawali dengan hilangnya vegetasi akibat kegiatan pembukaan lahan dan penggalian yang berujung pada peningkatan erosi dan longsor yang terus terjadi sedimentasi, penurunan kualitas air, penurunan kuantitas air tanah, biota perairan, dan kesuburan tanah. .

Cocomesh Untuk Mencegah Longsor

Cocomesh Untuk Mencegah Longsor

Pelaksanaan reklamasi tidak harus menunggu sampai semua kegiatan penambangan berakhir, terutama di wilayah pertambangan besar yang terbagi dalam blok-blok tambang.

Salah satu kegiatan reklamasi dan pencegahan daerah rawan longsor adalah penggunaan kelambu atau cocomesh sabut kelapa. Istilah cocomesh berasal dari istilah aslinya dalam bahasa Inggris yaitu cocomesh (dalam tulisan selanjutnya akan digunakan istilah kokomes).

Saat ini kita tahu bahwa sabut kelapa hanya dibuat dari bahan baku, kerajinan tangan dan produk sederhana lainnya dengan pangsa pasar yang sangat kecil. Namun seiring dengan perkembangan kreativitas dan teknologi, kini bermunculan berbagai produk turunan dari sabut kelapa, seperti kasur, bantal, matras (namaret) dan produk unggulan saat ini yaitu kokomes atau kelambu sabut kelapa.

Menurut Arif Nugroho (2010) cocomesh telah menjadi primadona dalam membantu proses reklamasi tambang, pantai, atau hutan. Dapat didaur ulang secara biologis (biodegradable) dan kuat, membantu memfasilitasi pertumbuhan tanaman baru di lahan yang ditutupi kokomes yang ditempatkan di lahan bekas tambang.

Cocomesh memberikan perlindungan, dan dengan sifatnya yang sangat elastis, penggunaannya dalam kegiatan reklamasi lahan bekas penambangan telah terbukti mampu menghijaukan kawasan bekas penambangan, atau hutan gundul. Cocomesh juga digunakan sebagai media untuk mencegah erosi dan longsor.

Selain itu, cocomesh juga dapat digunakan sebagai lapis pertama alas jalan berdiri sebelum aspal, agar aspal atau jalan tidak pecah dan tidak mengalami keretakan. Kedepannya, penggunaan cocomesh dapat ditingkatkan untuk mitigasi atau pengurangan risiko longsor. Daerah yang diketahui rawan longsor dapat ditingkatkan stabilitas lereng melalui penggunaan cocomesh.

Pengolahan Cocomesh

Pengolahan sabut kelapa menjadi cocomesh banyak dilakukan secara mandiri atau oleh produsen. Secara swadaya, umumnya melibatkan puluhan ibu dan pengangguran di desa-desa yang memiliki perkebunan kelapa. Kemampuan berproduksi secara mandiri dan bersaing dengan industri manufaktur dengan kualitas yang hampir sama. Ukuran standar 1 roll coocmesh dapat berupa: 2 x 20 m2, 2 x 25 m2, dll.

Kemampuan produksi ini dapat terus meningkat apabila sabut kelapa dimanfaatkan secara masif untuk kegiatan reklamasi baik di sektor pertambangan maupun di kawasan pembangunan infrastruktur seperti bekas pemotongan lereng untuk pembangunan jalan, permukiman, dan bendungan air.
Beberapa perusahaan pertambangan telah berhasil melakukan reklamasi dan pencegahan longsor dengan penerapan cocomesh, antara lain; Chevron Panas Bumi (Garut), Freeport (Papua), Jalan Akses Martabe (Sumatera Utara), dan Berau Batubara (Kaltim).

Nah itulah ulasan mengenai cocomesh untuk mencegah longsor. Hal ini memang harus segera digalakkan agar bencana longsor tidak kerap terjadi. Dan memberikan peluang untuk para bebisnis bersaing jual cocomesh murah dan berkualitas. Semoga bermanfaat.